Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Bisnis Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Digital. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Cara Membuat Blog Untuk Mendaftar AdSense

Tips Membuat Blog Untuk Mendaftar Adsense
Tidak diragukan lagi bahwa Google AdSense pantas menjadi primadona bagi para publisher Blog maupun Youtube. Bagaimana tidak, diantara Advertise Partnership, Google merupakan mesin pencari terbesar maka hal ini membuatnya layak untuk menjadi pengiklan dengan tarif cukup mahal, alhasil, para publisher pun ikut merasakan manisnya iklan-iklan Google. Hal ini membuat semakin banyak orang berbondong-bondong membuat blog untuk mendaftar Google AdSense. Karena hal ini juga merupakan sumber penghasilan pasif yang cukup baik, maka kami akan mengulasnya lebih dalam tentang tahapan cara membuat blog untuk mendaftar AdSense.

Sekilas Mengenai Google AdSense

Siapa yang tidak mengenal Google? Perusahaan raksasa di bidang teknologi ini telah banyak menelurkan produk-produk inovatif yang sangat sukses seperti OS Android, Google Play, Blogger, Google AdWords, Google Trends, Google Plus (G+), dan masih banyak lagi salah satunya adalah Google AdSense yang akan menjadi target akhir kita agar blog yang kita buat bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Pada awalnya Google hanya menampilkan iklan AdWords pada mesin pencari mereka saja, namun ternyata hal ini belum cukup untuk memenuhi target yang diharapkan pengiklan. Dengan melihat peluang yang ada pada situs-situs besar, Google berusaha menempatkan iklan AdWords mereka di dalam situs yang relevan dengan saling berbagi keuntungan, maka lahirlah Google AdSense dibalik hampir bangkrutnya AdWords. Kini Google tidak hanya menampilkan iklannya pada situs besar saja, namun juga blog, dan youtube yang memenuhi kriteria persyaratan mereka.

Ada beberapa persyaratan Google AdSense yang perlu kita penuhi agar situs / blog kita bisa menampilkan iklan dari Google, yaitu:

1. Merupakan situs milik sendiri

Untuk menggunakan produk monetasi AdSense, Anda akan harus memiliki akses untuk menempatkan kode HTML di situs Anda. Klarifikasi kepemilikan situs yang didaftarkan dapat dilakukan dengan dengan menempatkan sebagian kode HTML atau menempatkan kode Analytic.

2. Mematuhi syarat & ketentuan

Ada berbagai syarat dan ketentuan yang dikeluarkan Google untuk menjadikan penggunaan iklan sesuai dengan tujuan pemilik iklan dan tidak merugikan berbagai pihak. Beberapa persyaratan yang wajib Anda ketahui dan dapat berakibat fatal pada akun AdSense Anda yaitu ‘Dilarang melakukan klik pada iklan sendiri atau mengarahkan pengunjung agar melakukan klik iklan’, ‘Dilarang menampilkan produk yang melanggar hak cipta, berbau SARA dan penipuan’. Untuk ketentuan selengkapnya silahkan kunjungi Kebijakan program AdSense.

3. Situs sudah aktif minimum selama 6 bulan

Hal ini masih menjadi perdebatan, karena pada kenyataannya ada beberapa situs yang berusia kurang dari 6 bulan pun bisa terdaftar pada layanan Google AdSense. Namun sebuah hal yang paling menentukan merupakan kualitas situs itu sendiri dan seberapa cepat ia terindex oleh Google Search Console.

4. Berusia 18 tahun keatas

Untuk mendaftar akun AdSense Anda harus berusia minimum 18 tahun. Jika Anda merupakan publisher dibawah usia tersebut, silahkan mengajukan pendaftaran atas nama orang tua menggunakan akun Google milik orang tua.



Untuk keterangan lengkap mengenai kelebihan Google AdSense, Jenis-Jenis akun AdSense, 2 Cara mendaftar AdSense, dan pendapatan publisher AdSense silahkan Anda baca pada artikel: Solusi Bisnis Dari Hobi Dengan Google AdSense.

Cara membuat blog untuk mendaftar Google AdSense agar cepat diterima:

1. Tentukan niche blog

Hal paling pertama yang perlu Anda lakukan sebelum membuat blog adalah memilih Niche atau tema utama artikel blog yang ingin Anda bahas secara khusus. Sebagai contoh Anda ingin mengambil niche Otomotif, maka Anda hanya akan membahas seputaran dunia otomotif. Lebih baik lagi jika Anda membuat pembahasan lebih khusus seperti Otomotif khusus Maintenance / Teknik Mobil, atau khusus tentang modifikasi, dsb. Semakin spesifik niche blog yang Anda bawa, maka Anda bisa mendapatkan pengunjung loyal dengan lebih baik.

2. Mendaftar akun blogger

Setelah Anda yakin dengan niche yang ingin Anda bawakan dalam blog, kini saatnya membuat akun blog. Untuk membuat akun Blogger baru, silahkan kunjungi www.blogger.com lalu pilih “Buat Blog”. Setelah itu Anda akan dibawa pada form login ke akun Gmail Anda, silahkan masukan email dan password Anda. Terakhir Anda akan diminta membuat sebuah sub domain dari blogspot.com. Buat sebuah nama blog yang mudah diingat tetapi tetap mencerminkan niche yang Anda bawa. Sebagai contoh Anda buat domain ringpiston.blogspot.com. Jika nama tersebut telah tersedia, coba lagi dengan nama domain lainnya.

Cara Membuat Blog Untuk Akun AdSense

3. Membuat artikel pertama

Inilah langkah pertama Anda memperkenalkan blog Anda, silahkan Anda tulis sebuah artikel sesuai niche yang Anda targetkan. Jangan lupa sertakan juga gambar sebagai pemanis artikel Anda. Selalu tulis artikel secara jelas dan lengkap agar pengunjung Anda merasa puas. Untuk artikel-artikel selanjutnya usahakan agar saling terhubung agar pembaca Anda merasa penasaran dan tidak berpaling dari blog Anda.

4. Memasang Theme Halaman

Setelah Anda menerbitkan beberapa artikel, Anda kini perlu memperhatikan tampilan blog Anda, apakah sudah nyaman dipandang oleh pengunjung? Apakah terlihat cukup profesional dan meyakinkan? Sedikit tips dalam memilih sebuah tema halaman adalah pilih Theme yang ringan dalam loadingnya, pilih yang paling sederhana namun memiliki kesan spesial. Silahkan bereksperimen dengan tema.


5. Mendaftarkan Custom Domain (Opsional)

Domain merupakan alamat yang dikhususkan untuk menemukan halaman blog Anda. Jika blog adalah sebuah rumah, maka Domain adalah alamat rumah tersebut. Untuk saat ini, Anda memiliki sebuah blog dengan domain berakhiran *.blogspot.com. Menurut Anda mana yang lebih mudah diingat antara “ringpiston.blogspot.com” atau “www.piston.com”? Tentu domain “www.piston.com” akan lebih mudah diingat bukan? Kelebihan dari blogger adalah Anda tidak perlu berpindah layanan hosting untuk beralih menggunakan Custom Domain. Meski ini bukanlah sebuah syarat utama dalam membuat blog untuk mendaftar Google AdSense. Namun jika Anda telah membaca artikel Solusi Bisnis Dari Hobi Dengan Google AdSense, Anda akan menemukan manfaat dari mendaftarkan blog Anda dalam sebuah custom domain atau disebut sebagai Top Level Domain (TLD) oleh Google AdSense.

6. Mendaftar pada Webmaster

Ini merupakan unsur terpenting dalam membuat blog sebelum Anda mendaftarkan blog milik Anda pada layanan Google AdSense. Webmaster merupakan otak sebuah search engine dimana semua informasi yang didapat oleh webmaster akan menjadi referensi mesin pencari seperti google. Untuk saat ini Anda perlu mendaftarkan blog Anda pada webmaster milik google atau kini disebut sebagai Search Console. Silahkan kunjungi www.google.com/webmaster/tool dan tambahkan properti alamat blog Anda. Setelah itu silahkan klik properti Anda dan pilih Perayapan > Peta situs. Agar webmaster dapat memahami struktur blog Anda secara keseluruhan Anda perlu menambahkan Peta Situs di sisi kanan atas. Ketikan sitemap.xml lalu tekan tombol Kirim, dalam beberapa hari webmaster akan mulai mengindex halaman situs Anda satu per satu. Setelah terindex maka blog Anda telah dapat ditemukan dalam mesin pencarian Google.

Cara Menambahkan Sitemap Pada Search Console

7. Meningkatkan dan mempertahankan Traffic

Tugas Anda berikutnya adalah terus mengupdate blog Anda, menerbitkan artikel-artikel baru, dan belajar cara-cara meningkatkan pengunjung dan peringkat blog Anda dalam penelusuran Google. Dibawah ini akan kami sampaikan sedikit tips dalam mengelola blog Anda agar mudah diterima saat mendaftar pada layanan Google AdSense.

8. Mendaftar Google AdSense

Setelah tujuh tahapan diatas telah Anda lakukan, maka inilah saat yang paling ditunggu. Setelah setidaknya ada 30 artikel Anda yang telah terindex di Google dan memiliki pengunjung harian yang cukup stabil, maka mendaftar ke layanan Google AdSense akan lebih mudah. Untuk mendaftarkan blog Anda sebaiknya dengan langsung mengunjungi website AdSense. Untuk proses review dilakukan dalam 2 tahap, yang pertama merupakan tahap crawling oleh google bot, yang kedua akan dilakukan peninjauan langsung oleh karyawan Google. Selama proses review sebaiknya Anda lebih rajin menerbitkan artikel agar blog Anda benar-benar dianggap sebagai blog aktif. Meski tidak ada penilaian pasti dalam masa review ini, namun jika artikel yang Anda tulis memiliki kualitas dan nyaman dibaca oleh pengunjung maka kemungkinan blog Anda diterima dalam mendaftar AdSense akan lebih besar.




Tips mengelola blog agar mudah diterima Google AdSense

1. Buat artikel berkualitas

Selalu utamakan kualitas artikel Anda, ambil referensi dari sumber yang terpercaya atau dari pengalaman Anda sendiri. Meskipun penggunaan kata kunci cukup penting dalam mendapatkan peringkat Google, namun usahakan agar penggunaan kata kunci tidak merusak struktur artikel Anda. Buat artikel selengkap mungkin dengan ciri khas penyampaian bahasa milik Anda sendiri.

2. Terbitkan artikel secara berkala

Meskipun Anda telah memiliki jumlah pengunjung rata-rata secara tetap, namun dengan menerbitkan artikel secara berkala akan membuat pengunjung Anda semakin loyal untuk terus kembali mengunjungi blog Anda. Dalam bisnis blogging, pengunjung merupakan aset yang paling berharga.

3. Jangan melakukan spam

Meski dengan menyebar artikel Anda pada banyak forum bisa mendatangkan pengunjung secara signifikan, namun bisa dikatakan bahwa pengunjung tersebut bukanlah mereka yang benar-benar membutuhkan artikel Anda. Apa yang terjadi jika pengunjung Anda bukan pengunjung loyal adalah akan terjadi peningkatan bounce rate yang justru akan merusak peringkat Anda dalam daftar pencarian Google.

4. Pelajari mengenai teknik SEO dan Keyword

Tips berikutnya dalam membuat blog untuk pendaftaran AdSense adalah terus belajar mengenai teknik SEO (Search Engine Optimising) dan kenali cara-cara memilih keyword yang tepat. Anda dapat belajar dari blog-blog lain yang membahas khusus teknik blogging dan juga dengan bergabung pada komunitas-komunitas AdSense & Blogging.

5. Membangun backlink dengan berkunjung ke blog sejenis

Jangan segan-segan untuk menambah pengetahuan Anda sekaligus mencari backlink dengan mengunjungi blog-blog lain yang memiliki niche sejenis dengan blog yang Anda bangun dan tinggalkan jejak kunjungan Anda dengan menuliskan komentar pada blog tersebut.



6. Membuat Fanpage media sosial

Manfaatkan akun Facebook, Twitter, Instagram atau akun sosial lain yang Anda miliki untuk membuat Fanpage terhadap blog yang Anda bangun. Anda tidak akan pernah tahu dari mana pengunjung terbesar Anda datang. Dengan membuat Fanpage juga dapat menambah jumlah backlink terpercaya dan berimbas pada peningkatan peringkat Anda pada daftar pencarian Google.

7. Bergabung dengan komunitas AdSense untuk berbagi pengalaman dan relasi

Ada sebuah  kelebihan tersendiri jika Anda bisa berdiskusi dan mendapatkan penjelasan dari para blogger yang lebih senior. Dengan berkontribusi pada sebuah komunitas, Anda dapat membangun relasi yang akan sangat baik untuk meningkatkan jumlah pengunjung loyal dan saling bertukar backlink. Salah satu yang kami rekomendasikan untuk Anda kunjungi adalah komunitas IAPD (Indonesian AdSense Publisher Discussion) di G+.

8. Bersikap seperti seorang profesional

Anda tidak harus benar-benar menjadi seorang ahli dalam menulis sebuah artikel blog, namun tetaplah bersikap sebagai seorang profesional yang mana hal itu akan meningkatkan kepercayaan pengunjung Anda terhadap blog yang telah Anda bangun. Hal ini sekaligus dapat membangun karakter Anda untuk menjadi seorang blogger profesional.


Membuat sebuah blog untuk mendaftar Google AdSense memang bukan hal yang sederhana terkait betapa ketatnya AdSense dalam memilih situs-situs yang akan menjadi partner mereka. Namun akan ada sebuah kepuasan dan kebanggaan tersendiri ketika blog Anda berhasil terdaftar pada Google AdSense. Pendapatan pertama Anda mungkin akan terasa sedikit mengecewakan, namun jika Anda terus merawat blog yang Anda bangun, secara bertahap pendapatan Anda akan semakin meningkat secara signifikan.

Note:
Bookmark halaman ini, buka kembali setiap Anda selesai mengikuti tahapannya satu per satu. Jika Anda menemukan kesulitan, silahkan tinggalkan komentar. Selamat menulis.


Share:

Senin, 23 Oktober 2017

Investasi Melalui Peer To Peer Lending di Indonesia

Investasi Melalui Peer To Peer Lending di Indonesia
Tidak jarang, ada beberapa orang yang memiliki tabungan modal cukup namun tidak tahu kemana harus mengalokasikan modal tersebut, sehingga modal tersebut hanya bertumpuk di rekening bank dan semakin tergerus kebutuhan dan potongan transaksi bank. Di lain pihak, ada pengusaha yang siap menjalankan usahanya, atau ingin mengembangkan usahanya untuk memenuhi permintaan pelanggan namun terkendala pada permodalan, ingin meminjam uang pada bank namun bunga dan aturan-aturan bank cukup mempersulit pengusaha untuk memperoleh dan mengembangkan bisnisnya. Untuk mengatasi hal tersebut muncullah perusahaan finansial berbasis teknologi atau biasa disebut sebagai Fintech (Financial Technology) yang berkomitmen membantu perusahaan-perusahaan dan investor mengatasi permasalahan finansialnya.

Peer-to-Peer (P2P) Lending Investing sebagai bagian dari Fintech

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa Fintech merupakan badan usaha keuangan yang menggunakan teknologi sebagai basis operasinya. Cukup banyak jenis layanan Fintech yang ada, mulai dari e-wallet, Reksadana & Saham online, Pengamat dan survey, serta layanan P2P (Peer to Peer) Lending atau jasa penghubung antara pemodal dan pemilik usaha. Jika Anda merupakan salah satu orang yang mengalami permasalahan modal atau investasi, layanan ini akan menjadi solusi bagi Anda.

Banyak pihak yang mendukung layanan Peer to Peer Lending ini karena dengan kemudahannya mampu merangsang pertumbuhan UMKM dan bisa menjadi lahan investasi yang lebih menguntungkan dibanding deposito bank. Hal ini lah yang sering menjadi polemik dimana perusahaan Fintech dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan bank konvensional. Menariknya, justru kesempatan ini menjadi peluang bank-bank kelas menengah untuk berkembang dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan Fintech untuk membuat Escrow Account.

Sistematika Investasi Peer to Peer Lending di Indonesia dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dalam prosesnya, perusahaan Peer to Peer Lending sebagai perantara yang membantu dalam menilai dan menganalisa proposal usaha dan resikonya serta menampilkan dalam beberapa kategori yang mempermudah investor untuk membuat keputusan. Namun seperti jasa permodalan pada umumnya, tentunya setiap modal akan tetap memiliki resiko untung / rugi. Sayangnya belum ada perusahaan Peer to Peer yang berani memberikan jaminan modal kembali jika terjadi kegagalan. Untuk melindungi pemodal dari kerugian, perusahaan Fintech akan meneliti secara ketat pengajuan proposal permintaan modal dan tak jarang perusahaan Fintech akan meninjau secara langsung usaha tersebut.

Peer to Peer Lending
Skema Peer-to-Peer Lending


Dengan membawa pengaruh ekonomi yang cukup besar, maka penyelenggara Peer to Peer Lending harus berada dalam pengawasan OJK untuk melindungi nasabah dan mengawasi berjalannya keuangan dalam negeri. Hingga per tanggal 29 Desember 2016 lalu, akhirnya OJK mengeluarkan Peraturan OJK dengan nomor 77/POJK.01/2016. Berikut 4 poin penting mengenai peraturan tersebut:

1. Kepemilikan saham asing maksimal 85%

Pada peraturan pasal 3 yang dikeluarkan oleh OJK membatasi kepemilikan saham maksimal yang boleh dimiliki oleh asing yaitu sebebsar 85%. Selain itu OJK pun memberikan ijin bagi asing sebagai pemberi pinjaman tetapi tidak memperbolehkan bertindak sebagai peminjam. Selain itu, Perusahaan Peer to Peer Lending harus terdaftar sebagai anggota asosiasi yang ditunjuk OJK.

2. Modal minimal sebesar Rp. 2,5 Miliar untuk mendirikan perusahaan Peer to Peer

OJK mengharuskan perusahaan Peer to Peer Lending agar memiliki modal minimal Rp. 1 Miliar pada saat pendaftaran dan modal perusahaan harus telah mencapai Rp. 2,5 Miliar saat mengajukan perijinan. Hal ini lebih ringan dibanding rancangan peraturan OJK sebelumnya yang mengharuskan perusahaan memiliki modal Rp. 2 Miliar ketika pendaftaran dan modal Rp. 5 Miliar ketika mengajukan perijinan.

3. Nilai maksimal dan penetapan bunga pinjaman

Dalam hal ini OJK memberi batasan nominal pinjaman yang boleh diberikan yaitu maksimal sebesar Rp. 2 Miliar. Tetapi dalam peraturan ini OJK tidak menyebutkan batasan nominal bunga yang diijinkan, hal ini berbeda dari rancangan peraturan OJK sebelumnya. Pada rancangan peraturan OJK sebelumnya disebutkan bahwa tingkat suku bunga yang diijinkan yaitu 7 kali dari BI- 7-day Repo Rate per tahun.

4. Perusahaan Peer to Peer wajib membuat Escrow Account

Dalam operasional perusahaan Peer to Peer Lending tidak diperbolehkan menyentuh sepeser pun dana pinjaman dari pemberi pinjaman ke penerima pinjaman maupun sebaliknya. Perusahaan hanya diperbolehkan menerima komisi atas transaksi pinjaman yang terjadi dalam platform tersebut. Untuk memastikannya maka OJK mewajibkan perusahaan untuk membuat virtual account bagi penggunanya dan menyediakan Escrow Account sebagai rekening bersama bagi peminjam maupun investor.

Saat ini sudah cukup banyak perusahaan Fintech di Indonesia yang bergerak dalam bidang Peer to Peer Lending dan telah terdaftar di OJK. Empat diantaranya yang hingga saat ini masih memiliki reputasi baik yaitu, Modalku, Investree, KoinWorks, dan Amartha. Masing-masing penyedia layanan memberikan pengalaman yang berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh sebab itu sebaiknya Anda mencari tahu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing perusahaan Peer to Peer tersebut sebelum bergabung.

Share: